Selasa, 21 Juli 2009

kasih sayang,part2:antara tanggung jawab dan ego diri

Ngelanjutin crita adik dan sang kakak kemaren.
crita itu mau gak mau mengingatkanku kepada adikku yang skarang kelas 1 SMA,Fajri.
sebagai seorang kakak tia merasa adik2ku juga selalu berkorban utkku.jd ingat waktu itu aku kehilangan hp diPadang saat akan balik ke kampung.
besok harinya dirumah,tiba2 fajri menyodorkan hpnya kepadaku."ambillah,uni lebih membutuhkannya",dia mengucapkannya dengan yakin.Padahal aku tau perjuangannya untuk meyakinkan mama supaya membelikannya hp tidaklah mudah.ternyata kt mama,malam hrnya fajri mendengar aku tidur smbl nangis,pdhl daku sendiri gak sadar.
waktu tia sma dipadang dia juga slalu mengalah krn smua.permintaan tia dituruti sm mama.
Dan skarang saat aku di unpad,mm suka crita kalau fajri selalu mengingatkn utk telp tia,jgn lp ngirim uangku.padahal dia sendiri juga jauh dr rumah,skarang dia gak lg sm mm,dia di smansa pdngpnjang.tp tetap sj lbh mendhulukan kakaknya.kalau ada apa2 pasti slalu memberitahuku terlebih dulu.tp,aku gak mau crita km berakhir seperti kisah diatas.dia harus terus melanjutkn cita2nya.
Jujur,crita itu terasa sangat menampar.
diriku yang berperan sebagai seoarng kakak bagi 3 orang adik.diusiaku yang hampir menginjak 19 tahun ini (tepatnya,20 sept nanti),aku merasa blum memberikan apa-apa bagi adik-adikku.
apalagi dibandingkan fajri yang selalu berkorban untuk kakaknya.
entah kenapa,aku selalu merasa melarikan diri dari tanggung jawab sebagai seorang kakak.
saat SMP,aku sibuk dengan duniaku sendiri.yah,berapa banyak waktu yang kuhabiskan untuk mengajari adik2ku dibandingkan dengan jam-jam yang kuhabiskan sendiri dikamar,dalam duniaku sendiri.
Waktu-waktu SMA pun kuhabiskan dengan hidup brsama keluarga pamamku di Padang.disana aku menjadi orang yang paling muda.yah,,,cukup untuk menjadikanku lupa akan tanggung jawab terhadap adik-adikku.sibuk les disana-sini,sekolah,aktif di Rohis.hari-hariku banyak dihabiskan dipadang.padahal jarak antara kampunghalamanku dg padang hampir sama dengan jarak antara Bandung-Jatinangor.tp,paling aku pulang cuma 1 kali dalam 3 bulan.parah.kenapa hal itu baru kusadari saat ini? merasa lebih baik,padahal hatiku mati.
apakah aku sudah lupa akan tanggungjawab itu?
dan skarang.aku berjalan semakin jauh dari rumah.melintasi pulau.
aku tau,sengaja mematikan hati adalah andalanku sejak dulu setiap kali akan jauh dari orang yang kucintai.
aku matikan perasaanku,supaya tidak ada airmata yang mengalir karna kerinduan kepada mereka.
jadi ingat saat pertama kali diPadang,benar-benar tidak peduli dengan orang lain.
apalagi penampilan sendiri.hatiku mati akan keindahan.
saat mengetahui lulus di Unpad,sempat terfikir akankah hal itu terulang kembali?
karna aku sudah berubah sejak pertengahan kelas 2 SMA.
tp,bukankah jarak akan menenggelamkan perasaanku,tanggungjawabku,dan semakin mencuatkan egoku.
tapi,,,
Jadi ingat saat dimana aku mrasa semua keluargaku menyayangiku.saat aku dan mama harus keBandung.aku berusaha untuk tegar mempertahankan ego untuk tidak menangis.namun,saat melihat dinda yang menangis digendongan papa,mata dhini yang memerah,dan saat melihat fajri yang terdiam.dan,aku melihat dia menangis untuk yang pertama kalinya.yah,tangan papa yang mengusap kepalaku meruntuhkan semua pertahanan egoku.
hahaha,aku tersadar.
meskipun aku jauh,tanggungjawab itu akan selalu ada dan siap untuk dipenuhi.
aku ada untuk memberikan yang terbaik bagi adik-adik yang kucintai.
akan berjuang disini demi mereka.
karna kasih sayang keluarga yang akan membentukku untuk lebih tangguh
tidak masalah seberapa banyak aku menangis,karna itu bukti bahwa aku mencintai mereka,
tidak masalah berapa banyak aku terjatuh,karna mereka ada disana.
mereka akan tetap disana untuk terus mendukungku,mendo'akanku.
Antara tanggungjawab dan ego.
aku akan mengambil tanggungjawab sepenuhnya,untuk menjadi kakak yang baik bagi adik-adikku.mengajarkan tentang kehidupan,mengajarkan tentang keindahan islam.
yah,karna tanggungjawab akan selalu ada.
karna,aku adalah da'i sebelum apapun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar